Rupiah Indonesia berada di sekitar IDR 16.900 per dolar pada hari Jumat. Nilai ini tetap mendekati rekor terendahnya di 16.960 seiring spekulasi yang berkembang tentang pelonggaran moneter lebih lanjut dari Bank Indonesia dalam pertemuan kebijakan mendatang yang dijadwalkan pada 20–21 Januari. Stabilitas forex diharapkan menjadi topik utama diskusi. Seorang perwakilan dari Bank Indonesia menyebutkan bahwa kelemahan rupiah terutama mencerminkan tren regional. Bank sentral berencana untuk tetap aktif terlibat di pasar, memastikan bahwa nilai tukar sejalan dengan fundamental ekonomi dan menjaga kondisi pasar yang tertib. Antara September 2024 dan September 2025, para pembuat kebijakan menerapkan pemotongan suku bunga kumulatif sebesar 150 basis poin, didukung oleh tingkat inflasi yang rendah. Selain itu, ada fokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, terutama mengingat bencana baru-baru ini di Sumatra yang menambah tekanan fiskal. Untuk minggu ini, rupiah diperkirakan akan mengalami penurunan kedua berturut-turut. Secara global, indeks dolar tetap di sekitar 99,3, didukung oleh data ekonomi AS yang kuat yang memoderasi ekspektasi pemotongan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve.