Harga batu bara telah melonjak, mendekati $110 per ton dan mencapai level tertinggi dalam enam minggu, karena laporan terbaru menunjukkan bahwa produksi batu bara China mencapai rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2025. Perkembangan ini mencerminkan penekanan berkelanjutan Beijing pada keamanan energi meskipun negara tersebut secara bertahap beralih ke sumber energi yang lebih bersih. Produksi batu bara meningkat sebesar 1,2%, dengan total 4,83 miliar ton, dengan batu bara tetap menjadi penyedia utama lebih dari 50% kebutuhan energi China.
Sejalan dengan strateginya, China berada di ambang peresmian lebih dari 100 pembangkit listrik tenaga batu bara baru tahun ini, terutama untuk memperkuat pasokan listrik domestik, dengan beberapa kapasitas ditujukan untuk pasar internasional. Sebagai konsumen, produsen, dan importir batu bara terbesar di dunia, China terus sangat bergantung pada batu bara untuk menggerakkan mesin ekonominya, meskipun sedang memajukan sektor energi terbarukannya. Namun demikian, Beijing telah berkomitmen untuk mengurangi konsumsi batu baranya, dengan tujuan memulai penurunan sebelum tahun 2030.