Rupiah Indonesia mendekati ambang batas 17.000 per dolar pada hari Selasa, menandai rekor terendah. Penurunan ini didorong oleh kekhawatiran baru mengenai independensi bank sentral, setelah Presiden Prabowo Subianto mencalonkan keponakannya ke dewan gubernur di Bank Indonesia. Perhatian pasar juga tertuju pada keputusan kebijakan yang akan datang yang diharapkan pada hari Rabu, karena rapat dewan dimulai hari ini. Diperkirakan secara luas bahwa biaya pinjaman akan tetap stabil di 4,75%, meskipun ada spekulasi tentang kemungkinan pelonggaran lebih lanjut untuk mendorong momentum pertumbuhan. Bank sentral telah menerapkan total pemotongan 150 basis poin dari September 2024 hingga September 2025 sebagai respons terhadap inflasi yang ringan. Ke depan, investor sangat menantikan angka PDB kuartal ke-4 yang akan dirilis pada awal Februari, karena tingkat pertumbuhan melambat menjadi 5,04% tahun-ke-tahun pada kuartal ke-3 dari 5,12% pada kuartal ke-2, mencerminkan konsumsi yang lebih lemah meskipun ada upaya stimulus pemerintah. Di panggung global, indeks dolar turun di bawah 99, di tengah kekhawatiran mengenai aset AS, karena ketegangan antara Washington dan Eropa meningkat setelah saran Presiden Trump untuk membeli Greenland.