Pada hari Selasa, indeks dolar melanjutkan penurunan, jatuh di bawah angka 98,5 dan hampir menghapus keuntungan yang diperolehnya awal tahun ini. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh retorika yang meningkat dari Presiden Trump mengenai akuisisi Greenland. Pemerintah AS telah memperkuat sikapnya untuk mengambil Greenland dari Denmark setelah ancaman Trump untuk memberlakukan tarif 10% pada ekonomi utama Eropa mulai bulan depan. Tarif ini akan meningkat menjadi 25% pada bulan Juni jika kesepakatan tidak tercapai. Sebagai tanggapan, Uni Eropa telah mengindikasikan bahwa mereka mungkin akan membalas dengan tarif sebesar $93 pada barang-barang Amerika. Perkembangan ini telah membangkitkan kembali keraguan pasar terhadap aset AS yang signifikan, karena investor mengurangi eksposur mereka terhadap gejolak politik dan ekonomi, yang dicontohkan oleh dana pensiun Denmark yang mengumumkan rencana untuk melepaskan sekuritas Treasury AS. Tekanan pada indeks dolar ini terus berlanjut bahkan di tengah depresiasi yen yang signifikan, yang menurun setelah usulan PM Takaichi untuk memotong pajak pada makanan jika partainya berhasil dalam pemilihan mendadak bulan depan.