Saham Jepang jatuh untuk sesi kelima berturut-turut pada hari Rabu, dipengaruhi oleh aksi jual di Wall Street pada malam sebelumnya. Penurunan ini semakin diperburuk oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang semakin tegas mengenai Greenland, yang berdampak negatif pada selera risiko global. Nikkei 225 turun sekitar 1% menjadi sekitar 52.450, sementara Indeks Topix yang lebih luas mengalami penurunan 1,3%, mencapai sekitar 3.580. Di dalam negeri, Menteri Keuangan Satsuki Katayama menyerukan ketenangan setelah lonjakan imbal hasil Obligasi Pemerintah Jepang (JGB), yang dipicu oleh kekhawatiran fiskal yang meningkat terkait usulan pengurangan pajak penjualan 8% pada makanan. Investor juga bersiap untuk pemilihan cepat pada 8 Februari, dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi berupaya untuk mengkonsolidasikan kekuasaannya dan mengejar strategi fiskal yang lebih ekspansif. Sementara itu, Bank of Japan diperkirakan secara luas akan mempertahankan sikap kebijakan saat ini akhir pekan ini. Sektor teknologi dan keuangan mengalami penurunan yang signifikan, dengan kerugian yang mencolok pada perusahaan seperti Disco Corp (-1,4%), Advantest (-1,4%), SoftBank Group (-2,3%), Mitsubishi UFJ (-2,9%), dan Sumitomo Mitsui (-2,8%).