Pada Rabu pagi, pasar Indonesia mengalami penurunan, dengan saham turun 78 poin, atau 0,8%, menjadi 9.061. Penurunan ini terjadi setelah rekor tertinggi pada sesi sebelumnya, ketika investor mengambil keuntungan. Penurunan ini mencerminkan kelemahan umum di pasar Asia, yang dipicu oleh ketegangan geopolitik baru setelah usulan baru Amerika Serikat untuk mengakuisisi Greenland, menjelang pidato Presiden Trump di World Economic Forum di Davos dan pertemuan darurat Uni Eropa di Brussels. Selain itu, sentimen investor terpengaruh oleh kekhawatiran di sektor pertambangan dan perkebunan, karena pihak berwenang bersiap untuk menyita sekitar 190.000 hektar lahan pertambangan yang dipersengketakan sebagai bagian dari tindakan keras terhadap aktivitas ekstraksi ilegal. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sedikit kelegaan dengan mencatat bahwa arus masuk asing bersih tetap positif selama tiga bulan terakhir. Sektor yang paling terpengaruh adalah properti, kesehatan, dan keuangan, dengan penurunan signifikan terlihat pada United Tractors (-14,3%), Astra International (-10,0%), Bumi Resources (-3,9%), dan Bank Central Asia (-1,3%). Peserta pasar kini fokus pada keputusan suku bunga bank sentral yang akan diumumkan hari ini.