Indeks saham utama Selandia Baru, S&P/NZX 50, mengalami penurunan sebesar 1,2%, ditutup pada angka 13.417 pada hari Rabu. Ini menandai sesi kerugian ketiga berturut-turut karena sentimen penghindaran risiko yang meluas semakin intensif akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan perdagangan. Pasar global menunjukkan peningkatan volatilitas setelah penurunan baru-baru ini yang dipicu oleh kekhawatiran investor terkait ancaman tarif dari Presiden AS Trump, yang kini mencakup Greenland dan Eropa. Sebagian besar sektor mencatat penurunan, dengan penurunan signifikan terlihat pada sektor kesehatan, utilitas, keuangan, dan barang konsumsi. Perusahaan besar seperti EBOS Group (-0,4%), Fisher & Paykel (-0,7%), Fletcher Building (-2,6%), Contact Energy (-0,8%), Ryman Healthcare (-3,0%), Meridian Energy (-2,8%), Auckland International Airport (-2,4%), Spark NZ (-0,9%), dan Infratil (-1,6%) termasuk di antara penurun signifikan. Para pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada rilis data inflasi Q4 yang akan datang akhir pekan ini, serta angka neraca perdagangan dan kepercayaan bisnis yang diharapkan minggu depan.