Tokyo - Data terbaru mengenai neraca dagang Jepang menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Berdasarkan informasi yang dirilis pada 21 Januari 2026, terjadi peningkatan defisit signifikan dalam neraca dagang yang mencapai angka -0,21 triliun yen.
Angka ini menunjukkan penurunan yang tajam jika dibandingkan dengan indikator sebelumnya yang berada di level positif 0,01 triliun yen. Peningkatan defisit ini mengindikasikan bahwa impor Jepang kini jauh melampaui ekspor, yang bisa menandakan berbagai isu makroekonomi, termasuk melemahnya permintaan terhadap barang-barang ekspor Jepang atau kemungkinan adanya perubahan kebijakan perdagangan.
Perkembangan ini jelas memberikan tantangan tambahan bagi ekonomi Jepang, mengingat potensi dampaknya terhadap perekonomian secara keseluruhan. Pemerintah dan pelaku pasar diharapkan segera merespon dinamika negatif ini untuk mencegah semakin dalamnya defisit dalam neraca perdagangan di masa mendatang.