Pasar saham Indonesia mengalami rebound pada perdagangan awal hari Kamis, naik sekitar 73 poin atau 0,8% menjadi 9.084. Pemulihan ini sebagian mengimbangi penurunan 1,4% pada hari sebelumnya, karena investor memanfaatkan peluang untuk membeli saham dengan harga murah. Sentimen pasar membaik setelah Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada 4,75% untuk bulan keempat berturut-turut, sesuai dengan ekspektasi. Keputusan ini menyoroti komitmen lembaga tersebut untuk menstabilkan rupiah, sambil mengandalkan langkah-langkah makroprudensial dan likuiditas.
Secara global, Wall Street mengalami kenaikan semalam karena ketegangan perdagangan yang mereda, dipicu oleh langkah Presiden AS Trump untuk menarik ancaman tarif terhadap Eropa dan membantah rumor tentang akuisisi paksa Greenland, memberikan dorongan. Namun, kekuatan pasar agak tertahan oleh tindakan Presiden Prabowo yang mencabut izin eksploitasi hutan untuk 28 perusahaan di Sumatra, dengan alasan pelanggaran regulasi di daerah yang terkena banjir.
Kenaikan sektoral tersebar luas, dengan kekuatan terlihat terutama di sektor infrastruktur, saham siklikal, dan energi. Kinerja luar biasa dicatat oleh perusahaan seperti Telkom Indonesia, yang naik 4,2%, Astra International sebesar 2,7%, Alamtri Resources sebesar 1,8%, dan United Tractors sebesar 1,4%.