Franc Swiss tetap mendekati 0,79 terhadap dolar AS, mendekati level terkuatnya sejak 2011, didukung oleh permintaan safe-haven yang konsisten namun moderat. Meskipun ketegangan geopolitik antara AS dan Eropa baru-baru ini mereda, potensi risiko tetap ada. Setelah diskusi dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, mantan Presiden Trump menarik kembali ancaman tarif yang sebelumnya ditujukan kepada negara-negara Eropa, dan menyetujui kerangka kerja untuk kesepakatan prospektif mengenai Greenland. Langkah ini mengakhiri periode retorika intens yang telah mengganggu pasar Eropa dan memicu kekhawatiran akan perang dagang global yang berkobar kembali. Namun demikian, rincian kerangka kerja ini tetap ambigu, terutama karena Denmark secara tegas menolak negosiasi terkait penyerahan wilayah, sementara sikap Trump terhadap potensi aksi militer di Iran masih belum pasti. Dalam perkembangan paralel, Presiden Swiss National Bank (SNB) Martin Schlegel menyebutkan kemungkinan mengalami tingkat inflasi negatif tahun ini; namun, ia menekankan bahwa hal ini bukanlah penyebab kekhawatiran, karena bank sentral terus fokus pada target inflasi jangka menengah. Dengan suku bunga dipertahankan pada 0% selama dua pertemuan terakhir, para pejabat telah mengindikasikan bahwa penurunan suku bunga lebih lanjut dapat menimbulkan risiko signifikan. Akibatnya, baik pemotongan maupun kenaikan suku bunga tidak diantisipasi dalam waktu dekat.