Pada 22 Januari 2026, lelang terbaru untuk surat berharga pemerintah Amerika Serikat berjangka waktu 4 minggu menunjukkan kenaikan hasil signifikan. Suku bunga acuan yang menjadi tolok ukur pengembalian investasi pada surat berharga tersebut kini mencapai 3,630%, naik dari 3,595% yang tercatat pada lelang sebelumnya.
Kenaikan ini mencerminkan perubahan kecil namun signifikan dalam persepsi risiko dan harapan inflasi di kalangan investor. Dengan suku bunga yang lebih tinggi, pemerintah AS berharap dapat menarik pembeli baru dan mempertahankan minat pada instrumen kewajiban utangnya.
Kenaikan hasil ini bisa jadi cerminan dari perubahan sentimen pasar yang lebih luas akibat dinamika ekonomi global serta kebijakan moneter yang diambil oleh Federal Reserve. Para pengamat pasar memperkirakan bahwa tren ini dapat terus berlanjut jika terdapat perubahan dalam indikator ekonomi utama lainnya atau kebijakan moneter yang lebih lanjut.