Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia turun 115 poin, atau 1,3%, menjadi 8.877 pada tengah hari Jumat, menandai penurunan selama tiga hari berturut-turut. Indeks ini berada di jalur untuk penurunan mingguan pertama dalam empat minggu, setelah turun 2% sejauh ini. Pasar tertekan oleh penjualan asing yang terus-menerus mempengaruhi saham-saham yang terkait dengan energi dan sumber daya. Selain itu, kekhawatiran muncul atas perubahan metodologi MSCI yang akan datang, yang mungkin menyebabkan arus keluar modal lebih lanjut di masa depan. Sentimen investor semakin tertekan oleh langkah pemerintah untuk mencabut izin eksploitasi hutan di Sumatra karena pelanggaran regulasi di daerah yang terkena banjir. Keputusan ini meningkatkan risiko bagi perusahaan dalam Grup Astra, termasuk United Tractor dan Astra Agro Lestari. Namun, penurunan ini agak teredam oleh ekspektasi bahwa bank sentral mungkin akan melanjutkan siklus pemotongan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam perkembangan positif, Dana Moneter Internasional (IMF) telah merevisi perkiraan PDB Indonesia untuk tahun 2026 menjadi 5,1%, naik dari 4,9%, dan proyeksi tahun 2027 menjadi 5,1%, naik dari 5,0%. Sektor yang paling terpukul adalah energi, industri, dan siklikal. Penurunan signifikan terlihat pada saham Petrosea, yang turun 14,4%, Buana Lintas Lautan, turun 8,6%, dan Lippo Karawaci, yang turun 3,1%.