Rand Afrika Selatan terus menguat, mencapai 16 terhadap dolar AS, menandai titik tertingginya sejak Juni 2022. Penguatan ini disebabkan oleh harga yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk ekspor utama seperti emas, perak, platinum, dan paladium. Sejak awal 2026, rand telah meningkat lebih dari 3% terhadap dolar AS, melanjutkan kenaikan kuat yang diamati pada 2025. Tren naik ini didukung oleh kekhawatiran yang terus-menerus mengenai ekonomi AS di bawah Presiden Trump dan perkembangan positif di Afrika Selatan. Selain itu, Bank Cadangan Afrika Selatan dijadwalkan untuk mengumumkan keputusan kebijakan moneter pertamanya tahun ini pada hari Kamis, 29 Januari, sehari setelah pertemuan Federal Reserve AS, yang sebagian besar diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada tingkat saat ini. Ekspektasi pasar menunjukkan bahwa Bank Cadangan Afrika Selatan juga akan mempertahankan suku bunga tetap setelah pemotongan suku bunga pada November 2025, meskipun pengurangan lebih lanjut mungkin dipertimbangkan pada bulan Maret tergantung pada data inflasi. Menurut survei Reuters, 18 dari 26 analis memprediksi suku bunga tetap stabil, sementara delapan memperkirakan penurunan 25 basis poin menjadi 6,5%. Tingkat inflasi sedikit meningkat menjadi 3,6% pada Desember 2025 dari 3,5% pada November, yang tetap di atas target baru SARB sebesar 3%.