Indeks Nikkei 225 turun 0,2% untuk jatuh di bawah angka 52.800, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 0,6% menjadi 3.530 pada hari Selasa. Pergerakan ini memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya karena penguatan yen terus memberikan tekanan pada pasar ekuitas. Yen telah naik hampir 3% selama dua sesi terakhir di tengah kekhawatiran tentang potensi intervensi bersama oleh Tokyo dan Washington untuk mendukung mata uang tersebut. Yen yang lebih kuat menimbulkan tantangan bagi industri Jepang yang berorientasi ekspor dan meningkatkan biaya bagi investor asing yang mengakuisisi aset Jepang. Perusahaan yang berorientasi ekspor menghadapi tekanan jual yang signifikan, dengan Mitsubishi Heavy Industries turun 1,3%, Toyota Motor turun 1,1%, Sony Group turun 1,8%, Fujikura turun 1,3%, dan Nintendo turun 1,3%. Sentimen investor semakin terpengaruh saat kampanye dimulai untuk pemilihan cepat majelis rendah, di mana Perdana Menteri Sanae Takaichi mengalami sedikit penurunan dalam peringkat persetujuan.