Yen Jepang bernilai mendekati 154 per dolar pada hari Selasa, setelah mengalami lonjakan kuat sebesar 3,2% selama dua sesi perdagangan sebelumnya. Apresiasi signifikan ini terjadi setelah muncul kekhawatiran mengenai kemungkinan intervensi pasar valuta asing secara kolaboratif oleh Tokyo dan Washington. Fluktuasi pasar ini dipicu oleh laporan pada hari Jumat bahwa Federal Reserve New York melakukan pemeriksaan tingkat pada pertukaran dolar/yen dengan para pedagang, disertai indikasi bahwa pejabat Jepang bekerja sama erat dengan AS terkait kebijakan mata uang dan kemungkinan intervensi pasar. Secara bersamaan, wawasan dari Bank of Japan menunjukkan bahwa kenaikan tajam yen pada hari Jumat mungkin bukan disebabkan oleh intervensi resmi. Selain itu, yen menguat akibat penurunan luas pada dolar, yang dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dan perdagangan, serta spekulasi bahwa Presiden AS Donald Trump mungkin segera menunjuk kandidat yang lebih dovish untuk menggantikan Ketua Fed Jerome Powell, yang semakin menekan dolar AS.