Pada akhir Januari, franc Swiss melonjak melewati angka 0,77 terhadap dolar AS, mencapai level tertinggi dalam lebih dari sepuluh tahun. Apresiasi ini terutama didorong oleh pergeseran global menuju aset-aset safe-haven, serta penarikan dari mata uang lain yang secara tradisional dianggap aman, mendorong investor untuk memilih franc sebagai tempat perlindungan yang andal. Ketidakpastian seputar kebijakan ekonomi di Amerika Serikat, ditambah dengan indikasi dari Departemen Keuangan AS yang menunjukkan strategi sengaja untuk melemahkan dolar, menyebabkan depresiasi terhadap mata uang G10. Pada saat yang sama, janji otoritas Jepang untuk langkah-langkah fiskal ekspansif mengurangi minat asing terhadap yen. Di Swiss, meskipun penguatan franc menimbulkan kekhawatiran mengingat tingkat inflasi yang sudah rendah, spekulasi tentang kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Swiss National Bank (SNB) tetap terbatas. SNB telah berkomitmen untuk menahan intervensi yang bertujuan melemahkan franc. Suku bunga kebijakan bank sentral telah bertahan di 0% selama enam bulan terakhir, dengan pejabat sebelumnya menyatakan keengganan mereka untuk kembali ke kebijakan suku bunga negatif.