Perak mencapai puncak baru, melambung di atas $117 per ons pada hari Kamis, mendorong kenaikannya sepanjang tahun ini lebih dari 60%. Kenaikan ini menyoroti daya tariknya sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang sedang berlangsung. Investor tetap memiliki preferensi kuat terhadap logam mulia, bahkan setelah keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah. The Fed mengakui pertumbuhan yang kuat dan inflasi yang terus-menerus tetapi tidak memberikan panduan signifikan tentang pemotongan suku bunga di masa depan. Reli perak bertahan meskipun pemulihan dolar AS, menyoroti permintaan lindung nilai yang substansial terhadap fluktuasi mata uang. Lingkungan tetap penuh dengan risiko, mulai dari ketegangan di Timur Tengah hingga perselisihan perdagangan global. Sentimen proteksionis yang meningkat menjelang pemilihan AS menimbulkan kekhawatiran tentang potensi tarif, gangguan rantai pasokan, dan tekanan inflasi. Selain itu, kekhawatiran tentang kemungkinan penutupan pemerintah, yang dapat menunda data ekonomi penting, semakin memperburuk pesimisme pasar. Secara bersamaan, permintaan industri yang kuat dari sektor energi terbarukan dan elektronik terus membebani pasokan, memperkuat tren kenaikan perak, bahkan mengingat posisi hati-hati The Fed.