Saham-saham di Indonesia mengalami penurunan dramatis sebesar 7,35%, ditutup pada angka 8.321 pada hari Rabu, menandai penurunan satu hari terbesar dalam lebih dari 14 tahun. Penurunan tajam ini dipicu oleh penjualan besar-besaran pada saham berkapitalisasi besar yang menyebabkan kerugian luas. Penurunan ini terjadi setelah keputusan MSCI untuk sementara menangguhkan penyeimbangan kembali indeks saham Indonesia karena kekhawatiran tentang transparansi kepemilikan, meningkatkan risiko indeks tersebut diturunkan ke status pasar perbatasan. Perkembangan ini mengguncang kepercayaan investor, memicu penghentian perdagangan otomatis yang dirancang untuk mengurangi volatilitas pasar yang ekstrem. Dalam sesi perdagangan pertengahan minggu, investor asing terus menarik diri, menghasilkan arus keluar bersih sebesar IDR 6,13 triliun di pasar reguler dan IDR 48,2 miliar di pasar negosiasi. Saham-saham utama yang tertinggal termasuk Telkom Indonesia, yang turun sebesar 11,9%, dan Bank Central Asia, turun sebesar 6,3%, menyoroti tekanan pada perusahaan-perusahaan besar. Perdagangan dijadwalkan untuk dilanjutkan hari ini pada pukul 02:00 AM GMT, dengan sentimen hati-hati diperkirakan akan terus berlanjut karena ketidakpastian yang sedang berlangsung seputar tinjauan MSCI yang tertunda dan dampak potensialnya terhadap dinamika pasar.