Indeks Komposit IDX di Indonesia mengalami penurunan signifikan sebesar 666 poin, atau 8%, mencapai 7.654 selama sesi perdagangan Kamis pagi. Penurunan ini memperpanjang penurunan hari sebelumnya dan menyebabkan penangguhan perdagangan lainnya. Penjualan yang meningkat ini terjadi setelah Goldman Sachs menurunkan peringkat saham Indonesia, yang menyoroti potensi arus keluar miliaran dolar setelah inisiatif MSCI untuk meningkatkan transparansi kepemilikan. Ada kekhawatiran yang meningkat bahwa pasar mungkin diturunkan ke status pasar perbatasan. Catatan peringatan ini telah memperkuat kekhawatiran investor karena ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini saat ini sedang menghadapi keluarnya modal asing yang terus-menerus, mata uang yang terdepresiasi, defisit fiskal yang meningkat, dan kekhawatiran mengenai independensi bank sentral. Tekanan jual mempengaruhi berbagai sektor, dengan saham keuangan, transportasi, industri, dan kesehatan menunjukkan penurunan yang signifikan. Di antara yang paling terpukul adalah Darma Henwa, turun 15%, Archi Indonesia turun 14,4%, Aneka Tambang turun 13,6%, Bank Central Asia turun 7,1%, dan Bank Rakyat Indonesia turun 5,9%, menyoroti dampak pada saham unggulan dan sektor siklikal.