Real Brasil telah melonjak melewati 5,20 terhadap dolar AS, mencapai level tertinggi sejak Mei 2024. Kekuatan ini disebabkan oleh sinyal moneter domestik dan melemahnya dolar AS. Bank Sentral Brasil (Copom) telah mempertahankan suku bunga Selic pada tingkat tinggi secara historis sebesar 15%, menunjukkan bahwa pemotongan suku bunga di masa depan akan dilakukan dengan hati-hati dan bersyarat. Kebijakan ini telah memastikan perbedaan hasil riil yang menguntungkan, menarik investasi asing ke dalam aset Brasil. Selain itu, kondisi perdagangan yang positif dan permintaan yang konsisten untuk pendapatan tetap lokal telah memperkuat ketahanan mata uang ini. Di tingkat internasional, dolar AS melemah karena ketidakpastian di Washington, sinyal politik yang memungkinkan depresiasi mata uang, dan investasi berkelanjutan dalam aset riil, mengurangi tekanan pada real. Namun, momentum kenaikan ini dibatasi oleh masalah politik dan fiskal domestik, yang terus menimbulkan kekhawatiran tentang prospek fiskal Brasil.