Yen Jepang mendekati 154 per dolar pada hari Jumat, namun tetap bersiap untuk kenaikan bulanan pertamanya sejak Agustus. Ini terjadi di tengah spekulasi intervensi yang mendorong mata uang tersebut ke titik tertinggi dalam empat bulan, meskipun data bank sentral menunjukkan bahwa pejabat belum mengambil tindakan formal. Yen telah naik hampir 2% bulan ini, dengan peningkatan hingga 4,6% dari posisi terendah Januari. Kenaikan terbaru awalnya didorong oleh laporan bahwa Federal Reserve New York melakukan pemeriksaan suku bunga pada dolar/yen, memicu spekulasi tentang kemungkinan intervensi mata uang terkoordinasi oleh AS dan Jepang. Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent meremehkan laporan ini, menegaskan bahwa AS terus mendukung kebijakan dolar yang kuat. Meskipun demikian, para pedagang tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi tunggal oleh otoritas Jepang, setelah serangkaian pernyataan peringatan dari pejabat setempat. Secara ekonomi, Jepang mengalami penurunan tak terduga dalam penjualan ritel pada bulan Desember, meskipun produksi industri turun lebih sedikit dari yang diperkirakan.