Harga emas kembali naik melampaui ambang batas signifikan $5,000 per ons pada hari Rabu, memperpanjang kenaikan substansial lebih dari 6% dari hari sebelumnya—kenaikan satu hari terbesar sejak 2008. Lonjakan ini didorong oleh investor yang memanfaatkan penurunan tajam awal pekan ini. Selain dinamika pasar ini, iklim geopolitik meningkatkan status emas sebagai aset safe-haven. Ketegangan meningkat setelah pasukan AS mencegat drone Iran di dekat kapal induk di Laut Arab. Meskipun demikian, Presiden Donald Trump menekankan upaya diplomatik yang sedang berlangsung, dengan Gedung Putih menegaskan bahwa diskusi antara AS dan Iran akan dilanjutkan pada hari Jumat.
Dalam perkembangan moneter, kemungkinan pemotongan suku bunga agresif oleh Federal Reserve berkurang setelah Presiden Trump menominasikan Kevin Warsh untuk posisi Ketua Fed. Meskipun demikian, prediksi pasar masih memperhitungkan dua kali pemotongan suku bunga dalam tahun ini, yang diperkirakan terjadi sekitar pertengahan tahun dan akhir 2026. Di sisi lain, statistik tenaga kerja AS yang signifikan, termasuk laporan JOLTS dan angka ketenagakerjaan bulanan, akan ditunda karena penutupan sebagian pemerintah. Sementara itu, Partai Republik di DPR berencana untuk memberikan suara pada RUU pendanaan yang disetujui oleh Senat, yang dijadwalkan pada hari Selasa.