Rupiah Indonesia mengalami sedikit penurunan, mencapai sekitar IDR 16.770 per dolar pada hari Rabu. Pergerakan ini menandai pembalikan dari kenaikan moderat pada sesi sebelumnya, karena sentimen pasar menjadi berhati-hati menjelang rilis data domestik utama. Investor secara khusus fokus pada angka PDB kuartal keempat yang akan dirilis pada hari Kamis, dengan ekspektasi perlambatan pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh dampak bencana tahun lalu di Sumatra. Selain itu, data cadangan devisa bulan Januari diharapkan segera dirilis, setelah mencatatkan angka tertinggi dalam sembilan bulan pada bulan Desember. Ada harapan yang meningkat untuk pelonggaran moneter lebih lanjut, setelah pengurangan kumulatif sebesar 150 basis poin sejak September 2024. Bank Indonesia menekankan pertumbuhan ekonomi tahun ini karena output saat ini di bawah potensi. Namun, depresiasi mata uang agak terbatas ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi berkomentar bahwa nilai wajar rupiah sekitar 16.500. Dalam perkembangan terpisah, Jakarta mengonfirmasi penyelesaian perjanjian tarif timbal balik dengan Amerika Serikat, menunggu penandatanganan resmi. Di panggung global, indeks dolar tetap lesu ketika Presiden AS Donald Trump mengesahkan anggaran sebesar $1,2 triliun, yang secara efektif mengakhiri penutupan sebagian pemerintah yang dimulai pada hari Sabtu.