Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga saat ini dalam pertemuan yang akan datang pada hari Kamis. Keputusan ini dipengaruhi oleh pertimbangan penguatan euro dan masuknya impor murah dari Tiongkok, yang keduanya memiliki implikasi signifikan terhadap perkiraan inflasi. Pada hari Rabu, data baru mengungkapkan bahwa inflasi di zona euro menurun menjadi 1,7% pada bulan Januari, menandai titik terendah sejak September 2024, dengan inflasi inti secara tak terduga turun menjadi 2,2%, terendah sejak Oktober 2021. ECB telah mempertahankan kebijakan tidak berubah sejak Juni, dan analis pasar memproyeksikan penyesuaian jangka pendek yang minimal. Pandangan ini didukung oleh tanda-tanda ketahanan dalam ekonomi zona euro dan angka inflasi yang mendekati target. Presiden Christine Lagarde diharapkan menekankan bahwa posisi kebijakan saat ini tetap menguntungkan. Namun demikian, kenaikan nilai euro baru-baru ini telah menimbulkan kekhawatiran di antara anggota Dewan Pemerintahan. Martin Kocher dari Austria telah memperingatkan bahwa kenaikan lebih lanjut dalam nilai euro mungkin memaksa ECB untuk mempertimbangkan pemotongan suku bunga. Sementara itu, François Villeroy de Galhau dari Prancis telah mengidentifikasi depresiasi dolar baru-baru ini sebagai faktor signifikan yang mempengaruhi strategi masa depan bank.