Pada awal Februari, Bitcoin mengalami penurunan signifikan, mendekati angka $62,000, titik terendahnya sejak Oktober 2024. Penurunan ini merupakan bagian dari koreksi pasar yang lebih luas, menargetkan pedagang yang menggunakan leverage dan berkontribusi pada penurunan yang meluas di seluruh pasar keuangan. Saat ini, mata uang kripto terkemuka ini telah kehilangan sekitar setengah dari nilainya sejak puncaknya pada Oktober 2025, secara efektif meniadakan keuntungan yang dicapai sejak Trump menjabat dan mendukung industri mata uang kripto. Sebelumnya, kepercayaan investor didorong oleh keterlibatan aktif Trump dengan sektor ini dan komitmennya untuk mengurangi regulasi, menempatkan AS sebagai calon "ibu kota kripto dunia." Penurunan ini juga mempengaruhi mata uang kripto lainnya, dana yang diperdagangkan di bursa (ETFs) terkait, dan perusahaan dengan investasi Bitcoin yang substansial, seperti Strategy Inc. Penurunan terbaru ini menghadirkan tantangan bagi investor Bitcoin jangka panjang di tengah meningkatnya skeptisisme tentang utilitas nyata aset digital. Beberapa ahli berpendapat bahwa Bitcoin telah terungkap sebagai aset yang terutama spekulatif, gagal berfungsi sebagai lindung nilai yang efektif terhadap penurunan nilai mata uang, tidak seperti emas dan logam mulia lainnya.