Pada hari Jumat, FTSE 100 di London turun sebesar 0,3% menjadi sekitar 10.280 poin, melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya. Penurunan ini terutama dipicu oleh perusahaan data dan perangkat lunak, di tengah kekhawatiran yang meningkat bahwa kecerdasan buatan dapat mengganggu model bisnis mereka yang ada. RELX, sebuah perusahaan analitik data terkemuka, mengalami penurunan saham lebih dari 4%, sementara London Stock Exchange Group (LSEG) dan Experian mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,8% dan 1,6%. Selain itu, Sage Group, Pearson, dan Informa juga mencatat penurunan yang signifikan.
Sektor pertambangan menghadapi tantangan tambahan karena harga tembaga dan bijih besi melemah, bertepatan dengan laporan bahwa negosiasi merger antara Rio Tinto dan Glencore telah gagal. Glencore, yang telah mengejar merger dengan Rio Tinto selama lebih dari satu dekade, dilaporkan menginginkan 40% saham dalam entitas gabungan—sebuah kondisi yang menyebabkan pembicaraan terhenti. Akibatnya, saham kedua perusahaan pertambangan tersebut turun lebih dari 1%, dengan Antofagasta, Fresnillo, dan Endeavour juga mengalami penurunan. Sebaliknya, saham energi mengungguli pasar yang lebih luas, didorong oleh kenaikan harga minyak setelah dimulainya diskusi nuklir antara Iran dan Amerika Serikat di Oman.