Bank sentral Selandia Baru, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,25% pada keputusan terbarunya per 18 Februari 2026. Tingkat ini sama dengan keputusan sebelumnya, menandakan bank sentral masih memilih sikap “tunggu dan lihat” di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
Keputusan untuk tidak mengubah suku bunga mengindikasikan bahwa RBNZ melihat keseimbangan antara risiko inflasi dan pertumbuhan masih cukup terjaga pada level saat ini. Dengan mempertahankan suku bunga di 2,25%, otoritas moneter memberi sinyal bahwa mereka belum melihat kebutuhan mendesak untuk memperketat ataupun melonggarkan kebijakan lebih lanjut.
Bagi pelaku pasar dan investor, stabilitas suku bunga ini memberikan kepastian jangka pendek terkait biaya pendanaan dan prospek imbal hasil di Selandia Baru. Namun, arah kebijakan RBNZ selanjutnya akan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi berikutnya, termasuk inflasi, pasar tenaga kerja, dan kondisi ekonomi global yang masih rentan berubah.