Saham-saham AS menguat dalam sesi perdagangan Jumat siang yang berfluktuasi setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif darurat Presiden Trump, yang memicu reli pelepasan tekanan di berbagai sektor yang sensitif terhadap perdagangan. S&P 500 naik 0,6%, Nasdaq menguat 0,8%, dan Dow bertambah 0,2% setelah pengadilan memutuskan bahwa pemerintahan tersebut telah melampaui kewenangannya.
Saham-saham teknologi mega-cap memimpin penguatan: Amazon naik 2% karena investor menghilangkan faktor risiko kenaikan biaya impor dari perhitungan mereka, sementara Alphabet melonjak hampir 4% seiring keputusan tersebut meredakan kekhawatiran akan guncangan inflasi besar yang baru.
Reli ini terjadi meski latar belakang makroekonomi masih lemah. Laporan PDB yang suram menunjukkan perekonomian hanya tumbuh 1,4% pada kuartal keempat, jauh di bawah ekspektasi. Pasar juga harus mencerna data inflasi yang masih bandel, dengan core PCE bertahan di 3%, yang mempertegas sikap Federal Reserve yang bergantung pada data untuk langkah kebijakan selanjutnya.
Sektor industrial mendapat dukungan dari prospek pengembalian tarif, namun tidak semua saham siklikal ikut naik: perusahaan tambang emas Newmont turun 4% setelah mengeluarkan panduan produksi yang lebih rendah. Meski terjadi gejolak intraday, Nasdaq berada di jalur untuk mematahkan tren penurunan lima minggu, karena teguran dari pengadilan tersebut memberikan lampu hijau sementara bagi pelaku pasar saham yang optimistis.