Data terbaru menunjukkan penjualan ritel Selandia Baru tumbuh 4,4% secara tahunan pada kuartal IV 2025, sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan 4,5% yang tercatat pada kuartal III 2025. Angka ini menandakan moderasi tipis dalam laju konsumsi rumah tangga menjelang akhir tahun, tanpa perubahan drastis pada tren pertumbuhan keseluruhan.
Meskipun perlambatan hanya 0,1 poin persentase, pergeseran ini dapat menjadi sinyal awal bahwa momentum belanja konsumen mulai menyesuaikan setelah periode ekspansi yang relatif stabil. Investor dan pelaku pasar akan mencermati apakah pelemahan ringan ini berlanjut pada kuartal-kuartal berikutnya, mengingat peran sentral konsumsi domestik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Selandia Baru.
Rilis ini, yang diperbarui pada 22 Februari 2026, memberikan dasar penting bagi analis untuk menilai daya tahan sektor ritel di tengah dinamika kondisi ekonomi global dan domestik, sekaligus menjadi salah satu referensi bagi ekspektasi kebijakan ekonomi ke depan.