Yuan lepas pantai menguat ke sekitar 6,89 per USD pada hari Senin, mendekati level tertinggi tiga puluh empat bulan, seiring pelemahan dolar AS di tengah memanasnya kembali ketidakpastian kebijakan perdagangan. Pergerakan ini terjadi setelah Mahkamah Agung AS membatalkan langkah tarif luas Presiden Donald Trump, yang kemudian mendorongnya untuk memberlakukan kembali bea masuk 10% dan lalu menaikkannya menjadi 15%—sebuah langkah yang berpotensi secara signifikan mengubah ketentuan perdagangan bagi mitra-mitra utama.
Menanggapi perkembangan tersebut, pejabat senior AS menyerukan kepada mitra internasional untuk menegakkan komitmen sebelumnya, sementara Trump berencana melakukan kunjungan ke Beijing yang ditujukan untuk memastikan keberlanjutan di bawah gencatan senjata dagang satu tahun. Di pihak lain, China menyatakan sedang melakukan “penilaian menyeluruh” terhadap putusan tarif Mahkamah Agung dan mendesak Washington untuk mencabut kembali berbagai langkah sepihak terkait.
Beijing juga menyatakan bahwa pihaknya memantau secara ketat setiap langkah alternatif AS, seperti penyelidikan dagang baru, dan menegaskan kembali tekadnya untuk melindungi kepentingan ekonominya. Ke depan, yuan diperkirakan dapat mengalami peningkatan volatilitas ketika pasar domestik di daratan utama dibuka kembali pada hari Selasa setelah libur selama sepekan, sementara para investor juga menantikan keputusan kebijakan mendatang dari People’s Bank of China.