Defisit neraca perdagangan Thailand berbasis data bea cukai (custom-based trade) melebar signifikan pada awal tahun. Pada Januari 2026, defisit tercatat mencapai USD 3,300 miliar, jauh lebih dalam dibandingkan posisi Desember 2025 yang hanya sebesar USD 0,350 miliar. Data terbaru ini diperbarui pada 23 Februari 2026.
Lonjakan defisit tersebut mengindikasikan adanya pelebaran kesenjangan antara nilai impor dan ekspor Thailand pada Januari, meski rincian komponennya tidak disajikan dalam data ini. Perubahan tajam dari defisit yang relatif kecil di Desember ke angka yang jauh lebih besar di Januari berpotensi menjadi perhatian pelaku pasar dan pembuat kebijakan, terutama terkait prospek neraca eksternal dan stabilitas nilai tukar negara itu.
Perkembangan ini juga bisa menjadi sinyal awal perubahan pola perdagangan pada awal 2026, apakah karena permintaan impor yang meningkat tajam, perlambatan ekspor, atau kombinasi keduanya. Pelaku pasar akan menunggu rilis data lanjutan dan penjelasan resmi untuk menilai sejauh mana tren ini akan berlanjut dan dampaknya terhadap outlook ekonomi Thailand sepanjang tahun.