Indeks Harga Konsumen (CPI) Singapura mencatat kontraksi pada Januari 2026, berbalik arah dari tren bulan sebelumnya. Data terbaru yang diperbarui pada 23 Februari 2026 menunjukkan CPI bulan-ke-bulan (Month-over-Month/MoM) turun sebesar -0,50%, berbanding terbalik dengan kenaikan 0,30% yang tercatat pada Desember 2025.
Perubahan ini menandai pergeseran signifikan dalam dinamika harga konsumen Singapura di awal tahun, mengingat angka sebelumnya mencerminkan inflasi yang masih bergerak naik. Dengan basis perbandingan MoM, realisasi Januari 2026 menggambarkan tekanan penurunan harga dibandingkan Desember 2025, sementara data Desember sendiri merupakan perbandingan terhadap November 2025.
Penurunan CPI ini akan menjadi sorotan bagi pelaku pasar dan pengambil kebijakan, karena perubahan arah dari inflasi positif ke negatif dalam kurun satu bulan dapat mengisyaratkan pendinginan permintaan atau penyesuaian harga yang cukup tajam di sejumlah komponen konsumsi. Namun, detail lebih lanjut mengenai sumber penurunan harga—apakah berasal dari sektor energi, pangan, atau komponen lainnya—tidak disertakan dalam data ini.