Kontrak berjangka bensin AS turun menembus level $2 per galon, terkoreksi dari level tertinggi lima bulan di $2,01 yang tercapai pada 19 Februari. Pelemahan ini terjadi ketika pelaku pasar memantau perkembangan pembicaraan nuklir antara AS dan Iran, dengan putaran ketiga yang dijadwalkan pada Kamis di Jenewa, menurut Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi. Donald Trump mengatakan ia lebih memilih penyelesaian secara diplomatik, tetapi memperingatkan akan adanya konsekuensi jika tidak tercapai kesepakatan, sehingga menjaga ketidakpastian pasar mengingat pentingnya Selat Hormuz sebagai koridor transit bagi hampir sepertiga lalu lintas kapal tanker dunia. Pada saat yang sama, serangan Ukraina terhadap kilang-kilang Rusia mendorong perusahaan-perusahaan Rusia mengekspor lebih banyak minyak mentah alih-alih bensin. Dari sisi pasokan, laporan mingguan EIA menunjukkan penurunan persediaan bensin AS sebesar 3,2 juta barel pada minggu kedua Februari, jauh melebihi ekspektasi penurunan sebesar 300 ribu barel.