Saham Selandia Baru naik tipis 26 poin, atau 0,2%, ke 13.558 pada perdagangan Rabu pagi, melanjutkan kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut dan bergerak di kisaran tertinggi dua minggu. Sentimen pasar mendapat dukungan dari penguatan Wall Street pada Selasa, seiring meredanya kekhawatiran terkait disrupsi AI yang mendorong minat terhadap aset berisiko. Investor juga menantikan pidato State of the Union Presiden AS Trump untuk mendapatkan sinyal baru mengenai kebijakan perdagangan. Di China, salah satu mitra dagang utama, bursa saham ditutup menguat tajam pada Selasa setelah libur Tahun Baru Imlek, sementara PBoC mempertahankan loan prime rate di rekor terendah untuk bulan kesembilan berturut-turut. Kenaikan di Wellington sebagian tertahan oleh sikap hati-hati menjelang rilis data Januari terkait kepercayaan bisnis dan konsumen. Berdasarkan sektor, consumer services dan process industries memimpin penguatan, sementara healthcare, financials, dan industrial services tertinggal. Di antara pergerakan saham yang menonjol adalah EBOS Group (naik 3,7%), Tourism Holdings (2,3%), Property for Industry (1,8%), dan Scales Corp (1,6%).