Kontrak berjangka minyak pemanas AS turun menjadi $2,64 per galon, terkoreksi dari level tertinggi hampir tiga bulan di sekitar $2,70 yang tercapai pada 24 Februari, seiring prakiraan cuaca yang lebih hangat menekan ekspektasi permintaan. Proyeksi terbaru kini menunjukkan suhu di atas rata-rata di sebagian besar wilayah barat Amerika Serikat hingga akhir bulan, yang menurunkan kebutuhan pemanasan menjelang berakhirnya musim dingin dan mengurangi kemungkinan gelombang udara dingin di akhir musim yang dapat memperketat pasokan. Pada saat yang sama, risiko geopolitik tetap menjadi perhatian setelah Donald Trump menyatakan bahwa Iran sedang membangun kembali program nuklirnya, memicu spekulasi mengenai potensi aksi militer. Setiap eskalasi dapat mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz, koridor penting bagi sekitar seperempat perdagangan minyak dan LNG global yang dikirim lewat laut.