Imbal hasil gilt Inggris tenor 10 tahun bergerak sedikit di atas 4,3%, mendekati level terendahnya dalam setahun, seiring investor memantau pemilihan sela berisiko tinggi di Gorton dan Denton yang berpotensi berdampak pada Perdana Menteri Keir Starmer. Kontestasi tersebut dipicu oleh pengunduran diri mantan menteri Labour, Andrew Gwynne, dan kekalahan bagi Partai Labour yang berkuasa dapat kembali memicu spekulasi mengenai kepemimpinan Starmer, menyusul tekanan terbaru yang terkait dengan skandal Peter Mandelson. Pelaku pasar waspada bahwa gejolak politik apa pun yang melibatkan Starmer dan Chancellor Rachel Reeves dapat mendorong pergeseran menuju kebijakan fiskal yang lebih longgar, sehingga memperkuat kekhawatiran mengenai keberlanjutan utang. Investor juga mencermati tarif menyeluruh baru sebesar 10% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump serta putaran ketiga pembicaraan nuklir AS–Iran di Jenewa, yang berlangsung dengan latar belakang ketegangan tinggi di Timur Tengah. Pada saat yang sama, data fiskal Inggris yang lebih kuat dari perkiraan, sikap dovish dari Bank of England, data pasar tenaga kerja yang melemah, dan inflasi yang tetap jinak membantu menstabilkan sentimen pasar.