Kontrak berjangka heating oil AS kembali naik menembus level $2,70 per galon pada hari Kamis, bangkit dari koreksi sebelumnya dan diperdagangkan di level tertinggi sejak April 2024. Kenaikan ini terjadi seiring memanasnya ketegangan di Timur Tengah dan pemulihan harga bahan baku minyak mentah yang mengimbangi rekor peningkatan persediaan dalam negeri. Pelaku pasar sebagian besar mengabaikan lonjakan besar sebesar 15,99 juta barel dalam stok minyak mentah AS versi EIA dan justru memusatkan perhatian pada putaran ketiga pembicaraan nuklir berisiko tinggi di Jenewa. Meskipun para negosiator mengisyaratkan adanya sedikit ruang untuk kompromi, pernyataan menantang dari media pemerintah Iran mengenai ekspor uranium kembali memicu kekhawatiran bahwa pembicaraan bisa gagal, yang berpotensi mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz. Dari sisi permintaan, badai musim dingin yang datang terlambat di wilayah Timur Laut AS meningkatkan konsumsi, untuk sementara mengimbangi tekanan bearish dari prakiraan cuaca yang luar biasa hangat di wilayah Barat. Tekanan pasokan semakin diperkuat oleh laporan bahwa OPEC+ mungkin menunda rencana kenaikan produksi bulan April jika risiko geopolitik berlanjut, sehingga menjaga kondisi pasar global tetap ketat.