Saham Selandia Baru melemah 21 poin, atau 0,2%, menjadi 13.649 pada awal perdagangan Jumat, menghapus kenaikan sesi sebelumnya setelah Wall Street berakhir sebagian besar lebih rendah semalam, dengan penurunan Nvidia membebani saham-saham terkait chip. Koreksi ini juga mencerminkan aksi ambil untung setelah NZX 50 menyentuh level tertinggi lima minggu.
Data terbaru menunjukkan kepercayaan dunia usaha dan konsumen sama-sama melemah pada Februari, menegaskan masih adanya titik-titik lemah dalam perekonomian domestik. Kehati-hatian investor semakin menguat menjelang rilis PMI Februari dari Tiongkok, mitra dagang terbesar Selandia Baru.
Sektor kesehatan dan mineral energi memimpin pelemahan, meski penurunan tersebut sebagian tertahan oleh penguatan di sektor jasa teknologi dan ritel. Di antara saham yang berkinerja buruk tercatat Genesis Energy (-2,1%), Summerset Group (-1,3%), dan Fisher & Paykel Healthcare (-0,5%).
Terlepas dari pelemahan yang relatif terbatas ini, pasar masih berada di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan kedua berturut-turut, dengan kinerja bulanan sejauh ini naik sekitar 1,6%. Sentimen ditopang oleh sinyal bank sentral mengenai sikap kebijakan yang lebih akomodatif dan proyeksi bahwa inflasi akan kembali ke titik tengah kisaran target dalam satu tahun ke depan.