Defisit neraca perdagangan Filipina kembali melebar pada awal tahun, menandai tekanan lanjutan pada sektor eksternal negara tersebut. Pada Januari 2026, neraca perdagangan tercatat defisit sebesar -4.048,0 juta dolar AS, lebih dalam dibandingkan defisit bulan sebelumnya yang mencapai -3.525,0 juta dolar AS pada Desember 2025.
Kenaikan defisit ini menunjukkan bahwa nilai impor Filipina pada Januari 2026 kembali melampaui nilai ekspornya dengan selisih yang lebih besar dibandingkan akhir tahun lalu. Perubahan ini berpotensi menambah tekanan terhadap posisi transaksi berjalan dan dapat menjadi perhatian bagi pembuat kebijakan, khususnya terkait stabilitas nilai tukar dan inflasi impor.
Data resmi mengenai neraca perdagangan ini diperbarui terakhir pada 27 Februari 2026, dan akan menjadi salah satu indikator utama yang dipantau pelaku pasar dan analis untuk menilai prospek ekonomi Filipina di kuartal pertama 2026.