Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun turun ke sekitar 2,13% pada hari Jumat, menghentikan kenaikan selama tiga hari di tengah ketidakpastian yang berkelanjutan terkait kebijakan Bank of Japan. Awal pekan ini, pemerintah menunjuk dua akademisi beraliran reflasionis ke dewan kebijakan BOJ, sementara Perdana Menteri Sanae Takaichi dikabarkan menyatakan kekhawatirannya mengenai kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam pertemuannya dengan Gubernur Kazuo Ueda pekan lalu.
Pada saat yang sama, anggota dewan yang bersikap hawkish, Hajime Takata, kembali menyerukan kenaikan suku bunga tambahan dan panduan yang lebih jelas bahwa target stabilitas harga BOJ sudah hampir tercapai. Gubernur Ueda juga dikabarkan mengatakan bahwa bank sentral akan menilai dengan cermat data ekonomi yang masuk dalam pertemuan bulan Maret dan April sebelum mengambil keputusan kebijakan, sehingga tetap membuka peluang untuk kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Dari sisi data, inflasi di Tokyo melambat ke laju paling lemah dalam lebih dari satu tahun, karena subsidi utilitas dari pemerintah membantu menekan biaya energi rumah tangga. Data inflasi yang lebih lemah tersebut memperkuat ekspektasi bahwa BOJ mungkin akan menunda kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.