Pertumbuhan jumlah uang beredar luas (M3) di India tercatat melambat, dengan laju tahunan turun menjadi 10,9% per 27 Februari 2026, dibandingkan posisi sebelumnya di 12,0%. Data terbaru ini menunjukkan adanya pelembutan laju ekspansi likuiditas dalam perekonomian India.
M3, yang mencakup uang beredar dalam bentuk tunai, simpanan giro, dan berbagai jenis simpanan berjangka, sering digunakan sebagai indikator tekanan likuiditas dan potensi arah kebijakan moneter. Penurunan dari 12,0% ke 10,9% mengindikasikan bahwa pertumbuhan pasokan uang tidak sekuat periode sebelumnya, yang berpotensi mencerminkan penyesuaian dari sisi permintaan maupun penawaran uang dalam sistem keuangan.
Bagi pelaku pasar dan pengamat ekonomi, perlambatan ini dapat dibaca sebagai sinyal penting mengenai dinamika kondisi moneter dan keuangan India, meski interpretasi lebih jauh tetap memerlukan data pendukung lain seperti inflasi, pertumbuhan kredit, serta kebijakan suku bunga yang berlaku.