Nigeria mencatat kenaikan tipis produksi minyak pada kuartal I 2026, dengan output yang tercatat meningkat dari 1,540 juta menjadi 1,580 juta barel per hari. Data terbaru ini diperbarui pada 27 Februari 2026 dan menunjukkan adanya perbaikan marjinal dalam kinerja sektor migas negara tersebut pada awal tahun.
Kenaikan sekitar 40 ribu barel per hari ini mengindikasikan adanya pemulihan bertahap di tengah berbagai tantangan struktural yang kerap membebani kapasitas produksi Nigeria, seperti isu keamanan di wilayah produksi dan kebutuhan investasi infrastruktur. Meski skalanya relatif moderat, perubahan ini tetap signifikan bagi prospek penerimaan negara yang masih sangat bergantung pada ekspor minyak mentah.
Bagi pelaku pasar, tren kenaikan ini akan menjadi salah satu variabel yang dipantau dalam membaca dinamika pasokan minyak global, terutama dari kawasan Afrika. Pergerakan selanjutnya pada kuartal-kuartal berikut akan menjadi kunci untuk menilai apakah peningkatan di kuartal pertama 2026 ini bersifat berkelanjutan atau hanya fluktuasi jangka pendek.