Kontrak berjangka minyak mentah WTI melonjak 8% hingga menembus level di atas $72 per barel saat perdagangan dibuka kembali pada hari Senin, menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan setelah serangan gabungan AS–Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran secara tajam meningkatkan ketegangan di seluruh Timur Tengah. Pasar kini mencermati secara saksama ancaman gangguan lebih lanjut di Selat Hormuz, jalur pelayaran krusial yang menangani sekitar seperlima ekspor minyak global dan volume gas alam yang signifikan. Meskipun Teheran menyatakan bahwa selat tersebut tetap terbuka, perusahaan pelayaran dengan cepat mulai mengalihkan kapal-kapal mereka dari jalur sempit itu.