Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur Malaysia kembali tergelincir ke area kontraksi pada Februari 2026. Berdasarkan data terbaru yang diperbarui pada 2 Maret 2026, PMI manufaktur bulan Februari tercatat di level 49,30, turun dari 50,20 pada Januari 2026 dalam perbandingan bulan ke bulan (month-over-month).
Pergerakan ini menandai perubahan sentimen yang cukup signifikan, mengingat posisi Januari yang sempat berada sedikit di atas batas ekspansi–kontraksi pada level 50,0. Penurunan dari 50,20 ke 49,30 mengindikasikan bahwa aktivitas manufaktur secara keseluruhan melemah dibanding bulan sebelumnya, dengan pelaku industri berpotensi menghadapi tekanan pada pesanan baru, output, maupun kondisi operasional.
Dalam konteks perbandingan bulanan, angka aktual Februari mencerminkan pembalikan dari tren Januari, ketika PMI masih menunjukkan sedikit perbaikan terhadap bulan sebelumnya. Perubahan ini akan menjadi perhatian pelaku pasar dan analis yang memantau kekuatan sektor manufaktur sebagai salah satu barometer utama kesehatan ekonomi Malaysia ke depan.