Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 3,93% pada hari Senin, level terendah sejak September 2024, seiring memuncaknya konflik di Timur Tengah yang meningkatkan permintaan terhadap aset-aset berstatus safe haven. Selama akhir pekan, AS dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei, dan secara efektif menutup Selat Hormuz. Teheran merespons dengan menyerang aset-aset AS di seluruh kawasan, sehingga memicu kekhawatiran akan meluasnya perang. Pada saat yang sama, data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa harga produsen AS naik lebih tinggi dari perkiraan pada Januari, mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan meneruskan kenaikan biaya terkait tarif kepada konsumen dan membuat jalur Federal Reserve menuju pemangkasan suku bunga menjadi lebih rumit. Meskipun demikian, pasar masih memperkirakan akan ada dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin tahun ini, di tengah spekulasi bahwa gejolak pasar terbaru dapat mendorong Fed mengambil sikap yang lebih akomodatif.