Saham Hong Kong anjlok 667 poin, atau 2,5%, ke level 25.958 pada hari perdagangan pertama di bulan Maret, menyentuh posisi terendah enam minggu dan menghapus kenaikan pada sesi sebelumnya. Sentimen risiko memburuk setelah futures ekuitas AS turun tajam sebagai respons terhadap janji Presiden Donald Trump untuk “membalas” kematian tiga personel militer dan mempertahankan operasi tempur di Iran. Ketegangan yang kembali memanas ini memicu kekhawatiran atas potensi gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, salah satu jalur chokepoint energi global yang krusial. Kehati-hatian semakin menguat seiring para investor menanti rilis data PMI Tiongkok untuk bulan Februari.
Penurunan di Hong Kong sebagian tertahan oleh kenaikan tipis saham-saham Tiongkok daratan, di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa National People’s Congress, yang dibuka pada 4 Maret, dapat mengumumkan dukungan kebijakan baru untuk teknologi, inovasi, dan konsumsi domestik. Meski demikian, pelemahan terjadi secara luas, dengan semua sektor utama berakhir di zona merah: saham konsumer turun sekitar 1,9%, sementara saham keuangan merosot hampir 3%. Di antara saham yang berkinerja buruk tercatat SenseTime Group (-7,0%), Xiaomi (-4,0%), Cathay Pacific (-3,6%), Kuaishou Technology (-3,4%), AIA Group (-3,3%), dan SMIC (-3,2%).