Tingkat inflasi inti Indonesia meningkat pada Februari 2026, mencatatkan 2,63% secara tahunan (year-on-year), naik dari 2,45% pada Januari 2026. Data terbaru ini, yang diperbarui pada 2 Maret 2026, menunjukkan adanya percepatan laju kenaikan harga barang dan jasa inti dibandingkan bulan sebelumnya.
Dalam basis perbandingan tahunan, angka “actual” Februari 2026 merefleksikan perubahan inflasi inti terhadap Februari tahun lalu, sementara angka “previous” Januari 2026 membandingkan inflasi inti Januari terhadap Januari tahun sebelumnya. Kenaikan dari 2,45% menjadi 2,63% mengindikasikan bahwa tekanan harga di komponen inti—yang umumnya mengecualikan harga pangan bergejolak dan energi—sedang bergerak naik.
Pergerakan inflasi inti ini sering menjadi perhatian pelaku pasar dan pembuat kebijakan karena dianggap lebih mencerminkan tren inflasi yang mendasar. Meski berada di kisaran yang relatif moderat, kenaikan berturut-turut pada Januari dan Februari 2026 dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan otoritas moneter dalam menentukan arah kebijakan suku bunga ke depan.