Impor Indonesia melonjak 18,21% secara tahunan (year-on-year) menjadi USD 21,21 miliar pada Januari 2026, meningkat dari kenaikan 10,81% pada Desember dan jauh melampaui perkiraan pasar yang memproyeksikan kenaikan 13,23%. Ini merupakan pertumbuhan tahunan tercepat sejak April 2025.
Impor nonmigas tumbuh 16,71% menjadi USD 18,04 miliar, didorong oleh meningkatnya pembelian mesin dan pesawat mekanik beserta bagiannya (naik 12,09%), mesin dan peralatan listrik beserta bagiannya (29,54%), serta kendaraan dan perlengkapannya (7,48%).
Impor migas naik lebih tajam lagi, melesat 27,52% menjadi USD 3,17 miliar, ditopang lonjakan impor minyak mentah sebesar 118,45% dan kenaikan impor produk minyak sebesar 1,58%.
Berdasarkan negara asal, impor nonmigas didominasi oleh China yang memasok 43,75% dari total atau sebesar USD 7,89 miliar, disusul Australia (5,92% atau USD 1,07 miliar) dan Jepang (5,25% atau USD 0,95 miliar).