Franc Swiss memulai perdagangan bulan Maret pada level 0,77 per dolar AS, bertahan dekat salah satu level terkuatnya sepanjang sejarah. Mata uang ini juga melonjak tajam terhadap euro, mencapai level tertingginya dalam lebih dari satu dekade seiring para investor mencari aset lindung nilai tradisional di tengah memuncaknya konflik di Timur Tengah. Akhir pekan lalu, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang menurut laporan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran dan secara efektif menutup Selat Hormuz. Sebagai respons, Iran melakukan serangan rudal dan drone di beberapa bagian wilayah tersebut, semakin meningkatkan ketidakpastian geopolitik. Swiss National Bank menolak berkomentar mengenai situasi ini atau memberikan isyarat apakah mereka akan melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menahan apresiasi cepat franc. Saat ini, para investor memusatkan perhatian pada serangkaian indikator ekonomi utama yang akan dirilis pekan ini, termasuk data inflasi Swiss untuk bulan Februari yang dijadwalkan keluar pada hari Rabu.