Laju inflasi tahunan di ibu kota Peru, Lima, naik menjadi 2,21% pada Februari 2026, dari 1,70% pada Januari. Ini merupakan level tertinggi sejak November 2024, namun tetap berada dalam kisaran target bank sentral sebesar 1% hingga 3%. Kenaikan harga tercatat pada kelompok makanan dan minuman non-alkohol (3,99% vs. 2,13% pada Januari), minuman beralkohol dan tembakau (0,97% vs. 0,94%), kesehatan (0,74% vs. 0,67%), serta transportasi (1,95% vs. 1,81%). Pada saat yang sama, deflasi pada perumahan dan utilitas mereda (-1,25% vs. -2,52%). Sebaliknya, pertumbuhan harga melambat pada pakaian dan alas kaki (1,34% vs. 1,43%), rekreasi dan budaya (1,94% vs. 1,98%), pendidikan (3,84% vs. 4,02%), serta restoran dan hotel (2,56% vs. 2,66%). Secara bulanan, indeks harga konsumen (CPI) di Lima naik 0,69% pada Februari, dibandingkan dengan 0,10% pada bulan sebelumnya.